Mengutip pesan dari Kitab Kebijaksanaan, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya pemerintahan yang bijaksana dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan rakyat. Ia menilai nilai-nilai kebijaksanaan tersebut relevan untuk menjadi pegangan para pemimpin, aparatur negara maupun seluruh warga negara.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai panggilan untuk terus membangun kehidupan bersama yang menghormati martabat setiap manusia dan mewujudkan keadilan sosial.
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo kembali mengingatkan sejumlah nilai keutamaan yang menjadi bagian dari refleksi Gereja, yakni penghormatan terhadap martabat manusia, tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kebaikan bersama, solidaritas, perhatian terhadap kesenjangan antara yang kuat dan yang lemah, serta tanggung jawab menjaga bumi sebagai rumah bersama.













