Euforia ini pada akhirnya akan redam saat menyadari bahwa, Afganistan adalah negara nasionalis berkebangsaan yang tidak terkait dengan kepentingan untuk membuat Khilafah Islamiyah dunia.
Taliban terdiri dari beberapa kelompok radikal, ekstrim, dan moderat. Saat ini masih proses dalam menjalankan pemerintahan baru, masih belum mencapai stabilitas, sehingga belum muncul kelompok mana yang dominan.
Hal ini akan menjadi persoalan apabila kelompok Taliban yang paling radikal tampil, sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi.
“Masyarakat harus tetap sadar dan memahami terkait bahaya radikalisme. Kebangkitan Taliban dapat dijadikan amunisi untuk membangkitkan jiwa perjuangan untuk menegakkan paham mereka yang bertentangan dengan Pancasila,” himbau As’ad yang juga merupakan mantan Wakil Kepala BIN.













