Jakarta – bedanews.com – Meutya Hafid, Ketua Bidang MPO (Media dan Penggalangan Opini) Partai Golkar menyatakan bahwa, pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) oleh Partai Golkar, PAN dan PPP adalah untuk menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat Indonesia pada Pilpres 2024.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi I DPR RI itu, menanggapi komentar berbagai pihak yang tentang koalisi tersebut.
Menurut Meutya, perpecahan di antara anak bangsa tersebut dimungkinkan jika kembali muncul hanya dua calon presiden saja yang di pemilihan presiden nanti.
KIB sudah bisa dikatakan telah mengantungi tiket untuk mencalonkan presiden lantaran kursi yang dimiliki ketiga partai ini sudah melebihi ambang batas presidential threshold. Golkar dengan 12,31 persen jumlah kursi, PAN 6.84 persen jumlah kursi dan PPP dengan 4,53 persen jumlah kursi.













