Salah satu peserta, Wulandari (32), buruh pabrik garmen asal Tugu, mengungkapkan kegembiraannya. “Kami merasa dihargai dan diakui. May Day tahun ini benar-benar membawa suasana positif yang menyegarkan, bukan hanya menyenangkan tapi juga bermanfaat untuk kesehatan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dengan peringatan May Day yang damai, hangat dan membangun, Kabupaten Trenggalek telah membuktikan bahwa perjuangan buruh bisa diwujudkan melalui kolaborasi, bukan konfrontasi. Inilah wajah baru Hari Buruh, menjadikan lebih bermakna, lebih membangun dan lebih membanggakan. (Red).
Page 4 of 4












