Dalam webinar bertema “Menuju Predikat SAKIP A: Praktik dalam Penyelenggaraan SAKIP di Lingkungan Kementerian ATR/BPN” ini, Dalu Agung Darmawan menyebut perbaikan yang dibutuhkan adalah dalam hal penyusunan indikator kinerja yang SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), keseragaman metode pengukuran, serta peningkatan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, SAKIP bukan hanya sebatas dokumen pelaporan kinerja. “SAKIP ini bukan sekadar menekankan pada pelaporan semata, tetapi juga bagian terpenting menjadi alat ukur dari efektivitas, efisiensi dalam penyelenggaraan program-program strategis yang ada di kementerian kita,” tegas Irjen Kementerian ATR/BPN.
Dalam kesempatan ini, Dalu Agung Darmawan turut mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk generasi muda dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang baru bergabung, agar memahami peran dan kontribusinya masing-masing dalam mendukung akuntabilitas kinerja. Kepada pimpinan, ia menekankan pada komitmen dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil.













