Bandar Lampung – bedanews.com – Pemilu 2024 diprediksi belum akan terbebas dari polarisasi atau keterbelahan masyarakat akibat aksi saling dukung pasangan capres-cawapres. Hal ini lantaran akan masih ketatnya persaingan antar calon di Pilpres.
Darmawan Purba, Pengamat Politik dari Universitas Lampung mengatakan, menjelang Pemilu 2024, seluruh masyarakat harus banyak belajar dari Pemilu – Pemilu sebelumnya, mengingat dalam kontestasi politik ini memang sering terjadi rivalitas dan persaingan politik.
“Namun demikian, tentu Parpol sebagai aktor dominan agar dapat mengajak masyarakat untuk berkompetisi dalam konteks persaingan gagasan. Jadi tidak lagi melihat latar belakang tertentu, asal, dan lain-lain. Tapi lihat visi-misinya pengalamannya, track recordnya. Itu yang kemudian memungkinkan kita terhindar dari stigma politik yang terlalu dalam dan tajam, sehingga setelah pemilu kita merasakan suasana yang terbelah. Seolah-olah ada devided government, dan devided society,” ujar Darmawan melalui keterangannya, Minggu (19/3).











