Sumedang.BEDAnews.com
Waduk yang akan menenggelamkan 17 desa dari 4 kecamatan di kabupaten Sumedang yang meliputi Kecamatan Darmaraja, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado, mulai diairi yang ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama, Oleh Menteri PUPR M Basuki Hadimulyono yang menggantikan Presiden bersama Gubernur Jawa Barat, Bupati Sumedang Eka Setiawan dan Dirjen Sumber Daya Air secara Mudjiadi dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Trisasongko Widiyanto sebagai isyarat mulai ditutupnya pintu pengelak air sungai Cimanuk pada waduk jati gede. Senin (31/8/2015)
Pengisian air pada waduk terbesar kedua di Indonesia setelah jatiluhur dan pertama dalam memanfaatkan potensi air sungai Cimanuk ini, dihadiri juga oleh beberapa anggota Komisi V DPR RI, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Pangdam Siliwangi, Kapolda Jabar, sementara Presiden yang semula dikabarkan akan melakukan peresmian ini dikatakan menteri berhalangan hadir .
Basuki Hadimulyono dalam pidatonya menyatakan ini baru awal dari pengelolaan sumber daya air sungai Cimanuk, Ini baru waduk ke satu untuk sungai Cimanuk.
Basuki juga sempat menyatakan kalau disetujui untuk melakukan penggantian nama waduk jatigede menjadi tembong agung, imbuhnya.
Sedangkan Gubernur Jabar, Ahmad heryawan dalam amanatnya menyatakan. “Ini Merupakan proyek strategis dalam membangun ketahanan bangsa khususnya dalam ketahanan pangan.”tuturnya
Digambarkannya, berbagai manfaat, yang dapat diambil diantaranya memenuhi irigasi air untuk lahan seluas 90 ribu ha, kemudian penyediaan air baku dengan target layanan kabupaten Cirebom kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Indramayu termasuk dukungan bagi Bandara International Jawa Barat dan Aerocity Kertajati serta PLTA 110 Mw electric yang akan memenuhi kebutuhan nasional energi kita, sebagai Pengedalian bencana banjir serta berbagai manfaat lainnya baik secara ekonomi maupun sosial.
Waduk yang akan menenggelamkan 17 desa dari 4 kecamatan di kabupaten sumedang ini meliputi Kecamatan Darmaraja, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado, masih meninggalkan pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat, karena kenyataannya dilapangan masih banyak warga yang belum mendapatkan ganti rugi. @her













