Menteri Nusron menjelaskan, semangat Paskah harus diwujudkan dalam bentuk gerakan dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat tersebut tidak berhenti pada makna simbolik, melainkan menjadi dorongan konkret untuk perubahan dan kemajuan. “Secara fisik, secara mental dan kemudian dibangkitkan, diwujudkan dalam kebangkitan dalam gerakan dan aksi,” ucapnya.
Nilai tersebut kemudian diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari jajaran Kementerian ATR/BPN sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara, dengan menempatkan pelayanan sebagai prinsip utama dalam setiap proses layanan. “Mudah-mudahan pesan ini menjadi pedoman dan kebaikan bagi kita semua dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Menteri Nusron.
Sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Kristus Bangkit Memperbarui Kemanusiaan Kita dan Kepedulian kepada Keutuhan Alam Ciptaan”, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten sekaligus Wakil Ketua Persekutuan Umat Kristiani, Harison Mocodompis, menyampaikan bahwa semangat Paskah juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk nyata nilai kasih dan kepedulian di lingkungan Kementerian ATR/BPN.













