“Kami juga akan pantau dan pastikan bahwa pemerintah hadir melayani wisatawan dan warga yang terdampak erupsi,” kata Menpar Widiyanti.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto menambahkan, telah mengerahkan tim untuk memantau, memberikan pelayanan dan informasi jadwal kapal, pesawat, hotel, bagi wisatawan di lima titik daerah, yaitu Labuan Bajo, Bima, Surabaya, Bali dan Jakarta.
Hariyanto menjelaskan, melalui pantauan di Labuan Bajo, okupansi _rate_ hotel terus menurun. Per Kamis (14/11/2024), pukul 18.00 WITA, 25 persen dari total 32 hotel yang disurvei menunjukan angka okupansi ada yang mencapai 0 persen, dan sebagian bervariasi dari 10 hingga 27 persen.
“_Cancellation rate_ untuk setiap hotel terus berkembang. Hasil temuan di lapangan dari 32 hotel yang disurvei hanya 4 hotel yang melaporkan tidak terdapat _cancellation_ terhadap rencana pemesanan kamar. Angka tersebut menunjukan angka _cancellation rate_ hotel di Labuan Bajo mencapai 87 persen pasca-erupsi Lewotobi,” kata Hariyanto.













