Untuk menjadi petugas haji terbaik,lanjut Lilis Sulastri, ada beberapa prinsip yang harus ditanamkan, yaitu ikhlas tanpa pamrih, tanggap dan sigap, empati spiritual, dan menjadi teladan akhlak. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, petugas haji dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan bernilai ibadah.
Dalam era digital ini, sambung Ia, teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan haji. Namun, yang paling menentukan adalah kualitas hati dan akhlak pelayanan. Petugas haji terbaik adalah mereka yang mampu menggabungkan kecepatan sistem dan kelembutan nurani.

“Menjadi petugas haji terbaik sepanjang masa bukanlah tentang dikenang banyak orang, tetapi tentang dicintai oleh Tuhan. Oleh karena itu, mari kita layani jemaah dengan hati, tuntun mereka dengan nurani, dan temani mereka dengan cinta.” ungkapnya.











