• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Meningkatkan Kualitas: Dari Adu Finalti ke Refreezing Pendidikan Bangsa

Meningkatkan Kualitas: Dari Adu Finalti ke Refreezing Pendidikan Bangsa

Hargib by Hargib
27 Juli 2025
in Edukasi, Jurnal, Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berikut Diskusi: Tiga Nilai Edukasi dari Skor 8:7 dalam Perspektif Refreezing Kurt Lewin:
Pertama: Kemenangan Butuh Kesiapan; Kualitas Butuh Proses; Skor 1-1 lalu menang di adu penalti menunjukkan satu hal: kualitas tidak dibangun secara instan. Persiapan mental dan fisik dalam menghadapi tekanan menjadi kunci. Ini paralel dengan kesiapan belajar. Pendidikan holistik era 5.0 menekankan pembinaan karakter, ketangguhan emosi, dan refleksi diri. Guru bukan sekadar penyampai materi, tapi pelatih jiwa yang membangun kesiapan anak menghadapi kompleksitas zaman. Dalam tahap refreezing, kualitas harus tertanam dalam sistem yang mendukung, bukan sekadar proyek musiman.

Kedua: Evaluasi Bukan Menghakimi; Tapi Menyemangati; Adu penalti bukan hukuman, tapi momen uji kualitas. Begitu pula dalam pendidikan, evaluasi seharusnya bukan pemisah antara pintar dan tidak, tapi penyemangat untuk terus bertumbuh. Model “Portofolio Cinta” dalam Gapura Panca Waluya menjadi contoh: siswa merekam proses belajarnya secara utuhkognitif, sosial, dan spiritual. Di sini, guru menjadi pendamping, bukan penghakim. Dalam konteks refreezing, kualitas pendidikan ditingkatkan melalui sistem evaluasi yang memanusiakan, bukan menakut-nakuti.

BeritaTerkait

PERTUNJUKAN-"Islands”,  sebuah program seni pertunjukan yang mempertemukan kepekaan tubuh dan dialog lintas budaya digelar di Teater Salihara Jakarta pada (9 dan 10 Mei 2026). (Foto: Taiwan Economic and Cultural Office/TECO).

Salihara dan Grup Tari Taiwan Hadirkan “Islands”, Pertunjukan Dialog Tubuh dan Identitas

11 Mei 2026

Naga itu Bernama Adam Alis, Hadang Persija 2-1 Langsung

11 Mei 2026
Page 3 of 5
Prev12345Next
Tags: finaltiindonesia vs thailandKualitaspendidikan bangsarefreezing
Previous Post

Car Free Day Lanud Sultan Hasanuddin, Destinasi Wisata Pagi Favorit Warga Makassar dan Maros

Next Post

Babinsa Kodim Ponorogo Bantu Petani Bersihkan Irigasi Sawah

Related Posts

PERTUNJUKAN-"Islands”,  sebuah program seni pertunjukan yang mempertemukan kepekaan tubuh dan dialog lintas budaya digelar di Teater Salihara Jakarta pada (9 dan 10 Mei 2026). (Foto: Taiwan Economic and Cultural Office/TECO).
Ragam

Salihara dan Grup Tari Taiwan Hadirkan “Islands”, Pertunjukan Dialog Tubuh dan Identitas

11 Mei 2026
Ragam

Naga itu Bernama Adam Alis, Hadang Persija 2-1 Langsung

11 Mei 2026
Ragam

BALA-BALA PERSIB

11 Mei 2026
Edukasi

Selamat dan Sukses, kata Ketua DPRD Renie atas Rakerwil dan Pelantikan DPW-DPD PAN

11 Mei 2026
Edukasi

Menteri LH M. Jumhur Hidayat Didampingi Ketua DPRD Kab. Bandung Renie Rahayu Laksanakan Eco Walker May Day

11 Mei 2026
Ragam

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

11 Mei 2026
Next Post

Babinsa Kodim Ponorogo Bantu Petani Bersihkan Irigasi Sawah

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021