“Di Indonesia ini yang pertama di Papua. Saya juga minta agar dibangun di NTT, Papua Barat, Maluku dan Aceh, mulai tahun ini. Supaya dapat selesai tahun depan. Ditiru saja semua yang ada di sini, karena semuanya sudah sangat bagus sekali”, ungkap Presiden Jokowi.
Melanjutkan sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2035, dimana sebagian besar penduduk Indonesia berusia produktif. Khusus di Papua, akan muncul 2,6 juta atau 60% penduduk Papua dan Papua Barat adalah anak-anak muda. Hal ini memerlukan wadah, kesempatan kerja dan peluang kerja.
“Pembangunan Indonesia sekarang ini bukan Jawa Centris tapi Indonesia Centris dan Tanah Papua menjadi prioritas pembangunan”, kata Presiden Jokowi.
Menguatkan pernyataan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan sejumlah bukti pembangunan yang telah dilakukan di Papua. Di bidang infrastruktur misalnya telah dimulai dengan pembangunan Jalan Trans Papua sepanjang 3.462 km, kemudian Jalan di Perbatasan sepanjang 1.098 km, Jembatan Yotefa di Jayapura 1,3 km, perbaikan terminal Bandara Domine Eduard Osok di Sorong serta Bandara di Wamena. Selain itu juga dilakukan pembangunan pos lintas batas di 3 lokasi, yang diselesaikan mulai tahun 2014 sampai 2022. Seluruh pembangunan tersebut menghabiskan total anggaran 1.036 trilyun rupiah.













