Kita sering menyalahkan hujan, cuaca, dan alam. Padahal yang membuat banjir mematikan adalah hutan gundul, sungai dipersempit, bukit dibongkar, tata ruang dilanggar. Alam sedang “berbicara” karena manusia terlalu lama tidak mau mendengar.
Pelajaran Kedua: Orang Shalih Pun Bisa Tertimpa, Maka Jangan Merasa Aman;
Pernyataan tersebut benar adanya dan berfungsi sebagai pengingat yang kuat bagi semua orang beriman: tidak seorang pun, sekonsisten apa pun mereka dalam kesalehan, kebal terhadap cobaan, musibah, atau godaan. Bahkan orang-orang yang paling saleh pun menghadapi tantangan, dan hal ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari ketetapan ilahi dan ujian kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda, dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:
“Jika kemaksiatan telah tampak di tengah umatku, maka Allah akan menimpakan azab secara merata…” Intinya hadits ini menegaskan: Bencana bisa menimpa semua, bukan karena semua sama dosanya, tetapi karena dosa telah menjadi budaya sosial. Ini mengajarkan kepada kita: (1) Jangan merasa cukup hanya dengan kesalehan pribadi. (2) Diam melihat kemungkaran adalah bahaya. (3) Membiarkan kerusakan sama dengan ikut menanggung akibat.













