Hadits ini menegaskan kepada kita bahwa ilmu tidak mungkin tumbuh dalam hati yang keras, dan tidak akan berbuah pada jiwa yang sombong. Ilmu hanya akan menetap pada diri orang yang menghiasi dirinya dengan ketenangan, kewibawaan, serta sikap rendah hati kepada gurunya. Karena itu, menghormati guru tidak sekadar adab lahiriah saja, tetapi syarat diterimanya ilmu dan sebab keberkahannya.
Namun, realitas yang ada di sekitar kita seringkali menunjukkan pemandangan yang berbeda. Kita melihat guru-guru di madrasah dan sekolah swasta berjuang dengan gaji yang minim, guru-guru honorer di sekolah negeri yang belum mendapatkan kejelasan status, ustadz dan ustadzah di pondok pesantren yang mengabdikan diri dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan yang besar, serta guru-guru di majelis taklim yang berdakwah dengan semangat tanpa pamrih. Para Calon Dosen muda di Kampus-kampus dengan tanpa lelah juga sulit untuk mendapatkan status….wallahu A’lam.












