Artinya, “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujadilah [58]: 11). Sementara itu, Rasulullah saw dalam salah satu riwayat yang berasal dari Abu Said al-Khudri pernah bersabda:
Artinya, “Belajarlah ilmu, dan belajarlah untuknya (dengan) ketenangan dan kewibawaan, serta berendah hatilah kepada orang yang kamu belajar darinya.” (HR Ibnu Abdil Barr).
Hadits ini menegaskan kepada kita bahwa ilmu tidak mungkin tumbuh dalam hati yang keras, dan tidak akan berbuah pada jiwa yang sombong. Ilmu hanya akan menetap pada diri orang yang menghiasi dirinya dengan ketenangan, kewibawaan, serta sikap rendah hati kepada gurunya. Karena itu, menghormati guru tidak sekadar adab lahiriah saja, tetapi syarat diterimanya ilmu dan sebab keberkahannya.












