Hegemoni Popisme: Bahkan Indra Lesmana Pun “Karam”
Bahkan Indra Lesmana, yang disebut-sebut sebagai ikon jazz sejati, tak luput dari tarikan industri. Meski memiliki DNA jazz kuat dari sang ayah, Jack Lesmana, serta pengalaman jam session bersama Chick Corea, Indra tetap menghasilkan karya-karya mellow yang komersial seperti “Aku Ingin” atau “Hanya Untukmu”. Hanya album seperti Reborn yang masih menyisakan sisa-sisa idealisme jazz yang kental. Apakah keterlibatannya dalam industri pop adalah bentuk adaptasi atau justru penggerusan identitas?
Mencari Kemurnian di Tengah Hibriditas
Pertanyaannya kembali: Apa arti kemurnian dalam seni? Jazz itu sendiri lahir dari rahim hibriditas—perpaduan klasisisme Eropa, ritmik Afrika, blues, hingga ragtime. Jika Joey Alexander kini menjadi tumpuan harapan baru untuk jazz yang “murni”, kita tetap harus bertanya apakah kemurnian itu benar-benar ada.











