Namun, di balik kepiawaiannya mengolah “Girl from Ipanema”, Bill tetaplah sosok yang tumbuh dengan lagu-lagu Batak dan musik pop. Ia pernah berlayar sebagai pelaut demi mencari ilmu di mancanegara, meski jejak akademisnya samar antara otodidak atau jam session dengan musisi dunia. Dalam bukunya, Bill lebih banyak bicara praktis soal improvisasi ketimbang pendalaman teori yang berat. Apakah ini menjadikannya “pemain jazz sejati” atau sekadar musisi all-round yang mencintai jazz?
Labirin Teori Pra Budidharma dan “Amburadul”-nya Fusion
Berbeda dengan Bill, Pra Budidharma menawarkan kedalaman teori. Melalui bukunya yang bertajuk unik, Musik Kontemporer, Pra membedah komposisi, tangga nada kromatis, hingga pengaruh avant-garde ala Alexander von Schlippenbach. Namun, ironinya, Pra justru “karam” dalam arus popisme saat bersama grup Krakatau.











