Oleh : Avhes
BANDUNG – BEDAnews.com || Sebuah klaim provokatif meluncur dari seorang pakar jazz lulusan Berklee College of Music era 90-an: “Hanya Indra Lesmana-lah yang layak disebut pemain jazz di Indonesia.” Pernyataan ini jelas mengundang kening berkerut. Benarkah demikian? Di tengah belantara musisi dengan teknik mencengangkan, benarkah kita kekurangan sosok yang “benar-benar jazz”?
Jejak Sang Maestro: Antara Bill Saragih dan Louis Armstrong
Mari menoleh ke belakang, ke era emas Nirwana Sky Room Hotel Indonesia. Di sana, mendiang Bill Saragih seringkali membuat para musisi lain terkesima. Bill bukan sekadar pemain; ia adalah multitalenta yang fasih meniup flute, memetik vibraphone, hingga menekan tuts piano. Vokalnya yang serak parau kerap disejajarkan dengan Louis Armstrong atau Frank Sinatra.











