Bukan Sekadar Kartu, Tapi Tanggung Jawab Intelektual
Namun, tunjangan bukan “makan siang gratis”. Aat mengingatkan bahwa pengakuan negara harus dibayar dengan kualitas. Di era gempuran Kecerdasan Buatan (AI) yang menjadi tema besar FGD kali ini, identitas wartawan sedang dipertaruhkan.
“Kita dikenal karena kita menulis. Saya ada karena saya menulis, saya ada karena saya berpikir,” ujar Aat menyitir filsafat eksistensi. Ia bahkan membakar semangat peserta dengan mengutip semangat pemikiran Bung Karno,
“Aku berlatih pidato dihadapan ombak, agar hati dan pikiranku seluas samudera, dan suaraku menggelegar mampu membangunkan jiwa-jiwa yang tertidur.”.
Bagi mereka yang dinyatakan “Belum Kompeten” dalam ujian kali ini, pintu tidak sepenuhnya tertutup. PWI menjanjikan prioritas dalam enam bulan ke depan. Sebab, UKW bukan sekadar urusan lulus atau gagal, melainkan penyaringan ketat untuk memisahkan antara pengetik berita dan jurnalis sejati.













