Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang. Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya, negeri ini belum mampu memulangkan mereka dan memberi pekerjaan layak dan mensejahterakannya. Luas negara ini jutaan hektar Namun lebih dari setengah dikuasai asing, hingga rakyat tak lagi punya lahan luas, berdesak-desakan di tanah yang sempit, tanah negara belum mampu direbut Kembali,… Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa, namun dikelola oleh orang lain, Rakyat hampir tak menikmatinya, kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara sendiri…
Ketiga: Megisi Kemerdekaan dengan membebaskan dari Ketidakadillan;
Pada saat yang sama, ketidakadilan makin nyata. Hukum makin tajam ke bawah dan makin tumpul ke atas. Banyak koruptor dihukum ringan. Bahkan divonis bebas. Sebaliknya, tak sedikit rakyat kecil, misal yang mencuri tak seberapa dan sering karena dorongan rasa lapar, dihukum berat. Belum lagi kita bicara moral. Sebagaimana diketahui, salah satu cita-cita utama kemerdekaan, terutama yang dirumuskan dalam sistem pendidikan nasional, adalah bagaimana melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa. Faktanya, hari ini moralitas generasi muda makin merosot. Perilaku seks bebas makin liar. Bahkan banyak remaja terjerumus ke dalam perilaku LGBT. Banyak dari mereka yang terjerat narkoba. Kasus bullying (perundungan), khususnya di kalangan pelajar dan remaja, juga makin sering terjadi. Bahkan kasus kejahatan dengan pelaku pelajar dan mahasiswa sudah sering kita saksikan. Ragam kriminalitas pun makin hari makin beragam dan makin mengerikan.













