Artinya: “tidak ada keterasingan bagi orang-orang yang utama (berilmu) dan tidak ada tanah air (rumah) bagi orang-orang yang bodoh”.
Seseorang yang bersifat memiliki ilmu dan amal maka sesungguhnya ia akan dimulyakan dan dihormati diantara manusia dimana saja berada. Oleh karena itu dimana saja berada layaknya mereka seperti di negeri sendiri meskipun dia sebagai pendatang yang hanya singgah sesaat. Sebaliknya, orang yang bodoh adalah kebalikannya, meskipun di negeri sendiri, mereka akan merasa asing.
Fenomena keterasingan orang-orang pribumi dibanding pendatang sangatlah kentara di belahan bumi Indonesia bagian manapun, termasuk di wilayah kita ini. Meskipun Indonesia sudah merdeka79 tahun silam, masih banyak yang harus kita perjuangkan untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya pesan dari syekh Nawawi diatas, lenyapkan kebodohan agar kita tidak menjadi orang asing di negeri sendiri.













