Oleh : Ahmad Rusdiana
Kita saat ini berada di penghujung bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Bulan-bulan haram adalah momentum spiritual untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, serta menjauhi segala bentuk kedzaliman dan kemaksiatan. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu mendzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS. At-Taubah: 36).
Ayat ini mengandung pesan bahwa bulan Dzulqa’dah bukan sekadar penanda waktu, tetapi ruang muhasabah dan peningkatan kualitas iman. dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an, juz 4, halaman 44 mengatakan bahwa “bulan haram menjadi ladang untuk memanen pahala dari Allah swt yang sangat banyak. Amal saleh pada bulan-bulan haram dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan dzalim dan maksiat juga dilipatgandakan dosanya. Karena itu, penghujung bulan Dzulqa’dah hendaknya menjadi momentum memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, memperbaiki akhlak, dan membersihkan hati dari kebencian serta kedzaliman.













