Artinya, pada usia tersebut mereka sangat membutuhkan orangtua yang diharapkan dapat memberikan kehangatan kasih sayang, pendidikan, dan keteladanan dalam keluarga.
Orangtua ikut menentukan input apa saja yang masuk kepada si anak, baik makanan maupun aneka informasi sehingga kemudian terbentuk karakter anak yang berkualitas, karena karakter dibentuk seiring dengan berjalannya usia dan perkembangan seorang anak.
Peran lingkungan masyarakat juga turut mempengaruhi perkembangan karakter seseorang. Lingkungan yang religius, berkembangnya sikap toleransi, saling menghargai, dan lain-lain akan memberi stimulus positif bagi perkembangan karakter seseorang.
Sebaliknya, lingkungan yang jauh dari nilai-nilai agama, pergaulan bebas, atau ikhtilat (percampuran) antara laki-laki dan perempuan akan mendorong seseorang berpikir bebas, liberal dan sekuler.













