Selanjutnya, media massa juga memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter generasi bangsa. Fungsi utama media hendaknya sebagai pemberi informasi, edukasi, dan inspirasi, dan bukan sekadar hiburan semata.
Media hendaknya memiliki visi dan berpartisipasi dalam upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk karakter warga, terutama generasi muda dengan menyebarkan konten-konten yang berbingkai pengembangan akhlak, moral dan karakter mulia, bukan sekadar hiburan dan mengejar rating penonton.
Tidak kalah pentingnya, Pemerintah hendaknya terus mengupgrade regulasi dan kurikulum yang berlandaskan karakter, bukan sekadar meningkatkan kecerdasan kognitif anak didik.
Hal ini dapat terwujud apabila teori Taksonomi Benjamin S Bloom yang menyeimbangkan ranah kognitif (intelegensi), afektif (perasaan) dan psikomotorik (keterampilan) benar-benar direalisasikan.













