Pendidikan berpikir ( tarbiyah ‘aqliyyah, fikriyyah ), merupakan salah satu aspek atau dimensi pendidikan Islam. Namun demikian, pendidikan berpikir sangat berpengaruh terhadap perjalanan hidup manusia. Dengan pemikirannya, manusia menjadi unggul, mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun peradaban agung. Jika dikomparasikan antara malaikat dan binatang, sesungguhnya manusia merupakan makhluk moderat (tengahan) di antara keduanya, meskipun dalam kenyataannya, manusia bisa terperosok dalam jurang kebinatangan, bahkan lebih sesat daripada binatang (QS.A’raf [7]:179). Malaikat membawa akal, binatang diberikan syahwat; sedangkan manusia diberikan keduanya: akal dan syahwat.
Ampera M, Seorang Sarjana Kedokteran Magister Hukum, pernah berucap. Untuk medis; “Orang sukses akan memanfaatkan setiap waktu luangnya untuk melatih kekuatan berfikirnya untuk menemukan ide-ide atau gagasan-gagasan yang cemerlang kemudian merumuskannya dan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk melakukan perubahan-perubahan yang sangat berarti dan bermanfaat terutama bagi diri sendiri dan orang lain sebaliknya orang -orang yang gagal akan menghabiskan waktu luangnya untuk mengutuki kemalangannya, mempersalahkan situasi dan orang lain yang dianggapnya sebagai perintang dalam mencapai keberhasilannya”.













