Menurut Ahmad Mushthafa al-Maraghi dalam tafsirnya, manusia dikaruniai oleh Allah SWT empat tingkatan hidayah (petunjuk, petunjuk , peta jalan kehidupan), yaitu hidayah al-Ilham (ilham, insting, disembunyikan), hidayah al-hawass (pancaindera), hidayah al -‘aql (akal, kompetensi berpikir), dan hidayah al-syara’iwa al-adyan (syariat, agama, wahyu) melalui para Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, piranti lunak ( software ) yang dimiliki manusia bukan hanya akal dengan piranti kerasnya ( hardware ) berupa otak, tetapi juga dianugerahi fithrah (potensi dasar, kecenderungan alami kemanusiaan), qalb(hati, emosi), dhamir (hati nurani), dan bashirah (ketajaman hati, kecerdasan, keyakinan, dan kemantapan hati dalam beragama) (QS.al-Qiyamah[75]:14-15). Dengan kata lain, manusia diciptakan oleh Allah dengan desain jiwaaan yang sempurna ( ahsan taqwim ), sehingga memungkinkan menjadi makhluk terdidik sekaligus pendidik, agar hidupnya tidak merugi, baik di dunia maupun di akhirat.













