Konon nama “Amanat Galunggung” berasal dari filolog Saleh Danasasmita, yang turut mengkaji naskah tersebut, kemudian turut mengompilasikan hasil kajiannya dalam “Sewaka Darma, Sanghyang Siskandang Karesian, Amanat Galunggung.” (1987).
Di Kabuyutan Ciburuy Garut, hingga kini orang menyimpan naskah-naskah kuno, salah satunya yang ditemukan di kabuyutan itu, sebelum disimpan di perpustakaan nasional, Jakarta, adalah “Amanat Galunggung.”
4. Sanghiyang Siksa Kandang Karesian (1518 M).
Naskah ini ditulis pada tahun 1440 saka atau 1518 M, dalam bahasa Sunda kuno, yang ditulis dalam daun nipah. Naskah ini oleh sebagian ahli dianggap sebagai pustaka ensiklopedik, yang sekarang tersimpan di Perpustakaan Nasional, kropak 630).
Isi naskah ini dibagi 2 bagian, yang pertama disebut dasakreta selaku ”kundangeun urang rea” (ajaran akhlak untuk semua orang). Sedang yang kedua disebut darma pitutur, yang berisi ilmu pengetahuan (bahasa sunda = pangaweruh) yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar hidup berguna di dunia.













