“Paradigma dakwah komunitas tidak harus di daerah terpencil. Bisa saja di kota metropolitan. Misalnya dakwah di bankir-bankir maka da’inya yang berangkat harus yang wangi-wangi,” pungkasnya.
Dakwah komunitas juga mengajarkan kita bahwa dakwah tidak hanya mengenai penyampaian pesan agama semata, tetapi lebih pada bagaimana kita menyesuaikan cara kita menyampaikan Islam dengan latar belakang, situasi, dan intelektualitas komunitas yang kita tuju.
Misalnya, dakwah kepada orang yang sedang berada dalam kesulitan, seperti penghuni lapas, harus bisa membangkitkan optimisme dan memberi harapan, tanpa terjebak pada pandangan sempit tentang dosa dan hukuman.
Sementara itu, dakwah kepada kelompok muda harus lebih fokus pada nilai-nilai idealisme dan potensi masa depan mereka.












