“Kalau kita sendiri tidak akan berhasil, Pak. Karena desanya terlalu banyak dan karakteristik masing-masing wilayah itu beda. Kita bimbing mahasiswa bertransformasi menjadi enterpreneurship,” ungkap Mendes Yandri.
Lebih lanjut, Yandri mengatakan, saat ini potensi yang ada di Desa sangat besar. Banyak program yang ada di Desa seperti halnya Desa wisata, Desa tematik, Desa ekspor dan lain sebagainya yang sangat potensial.
Oleh karena itu, ia mengajak peran serta perguruan tinggi khususnya UIN SMH Banten terlibat dalam melakukan pemberdayaan dan pendampingan yang sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
“Kita punya pangsa dunia itu 59 negara dengan berbagai produk yang mereka minta, sereh mereka minta. Coba kalau di Banten kita buat 10 Desa sereh, cuma kalau satu Desa tidak memenuhi, kurang barangnya kan. Coba kalau satu Kecamatan nanam sereh, bisa itu ekspor. Atau bawang merah, jahe, banyak pokoknya,” ujarnya.













