Kemudian transformasi pembelajaran menuju pendidikan mendalam (deep learning) yang berorientasi pada masa depan, produktif dan kompetitif.
Lebih lanjut, Mu’ti juga menjelaskan, pentingnya teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Ia menekankan bahwa, meskipun teknologi sangat membantu, namun tidak dapat menggantikan peran guru.
Sejalan dengan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning), salah satu mata pelajaran opsional adalah koding dan kecerdasan buatan yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran Bahasa Inggris.
Namun Mu’ti mengakui bahwa, kompetensi guru Bahasa Inggris saat ini masih perlu ditingkatkan sehingga pihaknya akan menyelenggarakan pelatihan.
“Mulai tahun depan kita akan menyelenggarakan pelatihan intensif untuk guru Bahasa Inggris,” ujarnya.












