• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mencari Nahkhoda di Tambakberas: Menakar Figur Ideal Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

Mencari Nahkhoda di Tambakberas: Menakar Figur Ideal Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

kris by kris
27 Agustus 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Sementara itu, posisi Ketua Umum Tanfidziah menuntut sosok eksekutor yang visioner dan terampil mengelola organisasi modern. Figur muda atau manajerial dengan latar belakang pesantren yang kuat—seperti figur-figur akademisi-santri berpengalaman—sangat dinantikan untuk membawa PBNU relevan di era digital. Martin van Bruinessen dalam karyanya NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru (Yogyakarta: LKiS, 1994, hlm. 88) mencatat bagaimana struktur kepemimpinan NU selalu menguji keseimbangan antara karisma tradisional dan tuntutan modernitas.

 

Secara sosiologis, tantangan Tanfidziah masa depan tercermin dalam analisis Geert Hofstede lewat Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions, and Organizations Across Nations (Thousand Oaks: SAGE Publications, 2001, hlm. 209), di mana kepemimpinan efektif harus mampu menjembatani budaya hierarki tradisional dengan efisiensi organisasi modern. PBNU butuh pemimpin yang tidak canggung berdialog di forum internasional, namun tetap hangat saat duduk bersila bersama warga nahdliyin di pedesaan. Kepemimpinan yang adaptif ini juga sejalan dengan pandangan Thomas Bocking dalam Die Rolle Der Religion In Der Modernen Gesellschaft (Frankfurt: Suhrkamp Verlag, 1998, hlm. 112) mengenai pentingnya institusi keagamaan mengadaptasi tata kelola modern tanpa kehilangan akar nilai intrinsiknya.

BeritaTerkait

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

Respons Budi Arie, Gerindra: Kami Fokus Mengawal Program Prabowo yang Pro Rakyat

Next Post

Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Perlu Ramah Menyambut Pendemo Daerah, Waspadai Penumpang Gelap

Related Posts

Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
Ragam

Santrawan Paparang: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Menggantung, Uji Independen Diperlukan

8 November 2026
Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Next Post

Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat Perlu Ramah Menyambut Pendemo Daerah, Waspadai Penumpang Gelap

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021