Menbud dalam sambutannya mengemukakan, sastra dan buku merupakan aset strategis dalam diplomasi kebudayaan, dan dunia sastra dan industri perbukuan Indonesia memiliki potensi besar untuk tampil di kancah global.
Namun, menurut Fadli Zon, tantangan nyata yang dihadapi saat ini adalah belum optimalnya konektivitas antara ekosistem sastra dan perbukuan nasional dengan ekosistem global.
“Ini merupakan tantangan yang harus kita jawab. Oleh karena itu, program Laboratorium Penerjemah Sastra dan Promotor Sastra sangat penting sebagai wadah bagi pemula dan pelaku industri, termasuk editor dan pegiat literasi untuk turut membangun ekosistem agen sastra Indonesia dan mempromosikan karya-karya kita di tingkat internasional,” katanya.
Ia menambahkan, sastra sangat penting dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, karena dari sastra bisa lahir banyak ekspresi budaya yang lain, termasuk banyak film yang merupakan adaptasi dari karya-karya sastra, misalnya film adaptasi karya Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung dan Hujan Bulan Juni adaptasi puisi Pak Sapardi.













