• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Menag Lepas Peserta Program 5.000 Doktor

Menag Lepas Peserta Program 5.000 Doktor

Asep Budi by Asep Budi
5 September 2015
in Tak Berkategori
3
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, BEDAnews.com

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, belum lama ini telah melepas penerima beasiswa program 5.000 doktor tahun 2015 di halaman Kementerian Agama RI – Lapangan Banteng untuk menempuh perguruan tingga dalam dan luar negeri. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melakukan terobosan strategis untk mewujudkan Perguruan Tingga Keagamaan Islam (PTKI) sebagai  World –Class University.  Program yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara tanggal, 19 Nopember 2014. Program ini berupa bantuan beasiswa S–3  Dalam Negeri untuk dosen dan tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Selain itu, ada juga program pemberian Bantuan Biaya Pendidikan untuk jenjang S-2 Dalam Negeri dalam upaya meningkatkan SDM menuju program 5.000 doktor,” tegas Lukman Hakim Saifuddin.

Jenis beasiswa meliputi pertama, Beasiswa Studi ini merupakan program pemberian bantuan studi S-3 DI Perguruan Tinggi Dalam Negeri  (PT –DN) kepada para dosen, tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk meningkatkan kualitas, kapabilitas, professional mereka dalam penyelenggaraan pendidikan tingggi Islam yang berorientasi pada pengingkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.

Kedua, Bantuan Biaya Pendidikan (BBP). Bantuan ini diberikan bagi yang sudaj melenyelesaikan tesis (S-2), disertasi (S-3), para dosen, tenaga kependidikan  yang sedang menempuh pendidikan S-2, atau   S-3 dengan biaya mandiri atau telah habis masa kontaknya, dan tidak sedang mendapatkan bantuan atau beasiswa serupa dari pihak lain.

Untuk tahun 2015, jumlah pendaftar  Beasiswa Dalam Negari 1.232 orang, dan telah melalui tahapan seleksi diterima 396 orang, untuk universitas 16 perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan 14 Perguruan Tinggi Umum. Untuk beasiswa  Pendidik dan Tenaga Kependidikan  (BPP) jumlah pendaftar 1.300 orang dan yang telah diterima 600 orang.

Sedang, untuk penerima beasiswa Luar Negeri, jumlah pendaftra 418 orang. Dan, setelah melalui tahapan seleksi hanya 82 orang yang diterima. Asal instansi penerima beasiswa luar negeri 65 orang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negri (PTKIN), 15 orang  swasta (PTKIS) dengan tujuan ke 12 negara yaitu,  Australia (19  orang),  Inggris ( 7 orang),   Malaysia (6 orang),  Mesir (1 orang),  Belanda (14 orang),  Jepang (4 orang), Jerman (1 orang), Perancis (13 orang), Sudan (6 orang),            Kanada (3 orang), Turki (1 orang). Dan, beasiswa studi  (BPS LN) jumlah pendaftar 47 orang di terima 30 orang.

Senada, Direktur Jenderal Pendidikan Islam  Kamaruddin Amin menambahkan, program tersebut adalah instrument transformasi fundamental bagi pembangunan mental bangsa. “Kualitas. Karena, kualitas guru, dosen merupkan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Sehingga, program ini, menjadi prioritas,” tegas Kamaruddin Amin. 

Menurutnya, belajar di luar negeri banyak previllage dan manfaatnya. Tetapi, bukan untuk menafikan belajar di dalam negeri. Diharapkan bagi mereka yang telah kembali belajar dari luar negeri akan mampu membangun kerjasama dengan perguruan tinggi  di mana ia belajar sebelumnya. “Maka, ada transformasi luar biasa, belajar di luar negeri, tidak hanya menimba ilmu, melainkan menjadi duta akademik pendidikan Islam yang harus mempromosikan bahwa pendidiokan islam kita memiliki distingsi, karakter yang dipromosikan,” jelas Dirjen.

Untuk itu,  Dirjen mengharapkan bagi para penerima beasiswa tersebut, Indonesia menjadi center exelent untuk pendidikan Islam. Sehingga, 10 tahun ke depan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)  Indonesia memilki standar internasional. Kepada para penerima beasiswa tersebut, hendaknya belajar dengan tekun, rajin, belajar, sebab, bewasiswa lebih dari cukup. “Jangan dihabiskan yang tidak produktif, manfaatkan waktu untuk belajar, bekerja, sagar menjadi insane yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” pungkasnya. (WAR)

BeritaTerkait

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
Previous Post

Menag : Pelayanan Haji Kurang Memuaskan

Next Post

Paguyuban Warga Demak Kota Batam Silaturahmi Dengan Brigjen Pol Achmat Juri

Related Posts

TNI-POLRI

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
TNI-POLRI

Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Bagikan 22.000 Porsi Makanan Gratis Untuk Masyarakat pada TNI Fair 2026 Di Monas

20 September 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia

20 September 2026
Next Post

Paguyuban Warga Demak Kota Batam Silaturahmi Dengan Brigjen Pol Achmat Juri

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021