Jakarta, BEDAnews.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, belum lama ini telah melepas penerima beasiswa program 5.000 doktor tahun 2015 di halaman Kementerian Agama RI – Lapangan Banteng untuk menempuh perguruan tingga dalam dan luar negeri. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melakukan terobosan strategis untk mewujudkan Perguruan Tingga Keagamaan Islam (PTKI) sebagai World –Class University. Program yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara tanggal, 19 Nopember 2014. Program ini berupa bantuan beasiswa S–3 Dalam Negeri untuk dosen dan tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
“Selain itu, ada juga program pemberian Bantuan Biaya Pendidikan untuk jenjang S-2 Dalam Negeri dalam upaya meningkatkan SDM menuju program 5.000 doktor,” tegas Lukman Hakim Saifuddin.
Jenis beasiswa meliputi pertama, Beasiswa Studi ini merupakan program pemberian bantuan studi S-3 DI Perguruan Tinggi Dalam Negeri (PT –DN) kepada para dosen, tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk meningkatkan kualitas, kapabilitas, professional mereka dalam penyelenggaraan pendidikan tingggi Islam yang berorientasi pada pengingkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.
Kedua, Bantuan Biaya Pendidikan (BBP). Bantuan ini diberikan bagi yang sudaj melenyelesaikan tesis (S-2), disertasi (S-3), para dosen, tenaga kependidikan yang sedang menempuh pendidikan S-2, atau S-3 dengan biaya mandiri atau telah habis masa kontaknya, dan tidak sedang mendapatkan bantuan atau beasiswa serupa dari pihak lain.
Untuk tahun 2015, jumlah pendaftar Beasiswa Dalam Negari 1.232 orang, dan telah melalui tahapan seleksi diterima 396 orang, untuk universitas 16 perguruan tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan 14 Perguruan Tinggi Umum. Untuk beasiswa Pendidik dan Tenaga Kependidikan (BPP) jumlah pendaftar 1.300 orang dan yang telah diterima 600 orang.
Sedang, untuk penerima beasiswa Luar Negeri, jumlah pendaftra 418 orang. Dan, setelah melalui tahapan seleksi hanya 82 orang yang diterima. Asal instansi penerima beasiswa luar negeri 65 orang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negri (PTKIN), 15 orang swasta (PTKIS) dengan tujuan ke 12 negara yaitu, Australia (19 orang), Inggris ( 7 orang), Malaysia (6 orang), Mesir (1 orang), Belanda (14 orang), Jepang (4 orang), Jerman (1 orang), Perancis (13 orang), Sudan (6 orang), Kanada (3 orang), Turki (1 orang). Dan, beasiswa studi (BPS LN) jumlah pendaftar 47 orang di terima 30 orang.
Senada, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menambahkan, program tersebut adalah instrument transformasi fundamental bagi pembangunan mental bangsa. “Kualitas. Karena, kualitas guru, dosen merupkan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa. Sehingga, program ini, menjadi prioritas,” tegas Kamaruddin Amin.
Menurutnya, belajar di luar negeri banyak previllage dan manfaatnya. Tetapi, bukan untuk menafikan belajar di dalam negeri. Diharapkan bagi mereka yang telah kembali belajar dari luar negeri akan mampu membangun kerjasama dengan perguruan tinggi di mana ia belajar sebelumnya. “Maka, ada transformasi luar biasa, belajar di luar negeri, tidak hanya menimba ilmu, melainkan menjadi duta akademik pendidikan Islam yang harus mempromosikan bahwa pendidiokan islam kita memiliki distingsi, karakter yang dipromosikan,” jelas Dirjen.
Untuk itu, Dirjen mengharapkan bagi para penerima beasiswa tersebut, Indonesia menjadi center exelent untuk pendidikan Islam. Sehingga, 10 tahun ke depan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia memilki standar internasional. Kepada para penerima beasiswa tersebut, hendaknya belajar dengan tekun, rajin, belajar, sebab, bewasiswa lebih dari cukup. “Jangan dihabiskan yang tidak produktif, manfaatkan waktu untuk belajar, bekerja, sagar menjadi insane yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama,” pungkasnya. (WAR)













