“Ketahanan pangan dan ketahanan gizi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika produksi pangan meningkat, maka akses masyarakat terhadap pangan bergizi juga semakin baik,” ujarnya.
Dijelaskannya, Panen raya dari penanaman varietas PS 08 ini ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026. Hasil panen diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi para petani.
“Kolaborasi antara unsur masyarakat, lembaga, pemerintah dan komunitas gizi ini menjadi bukti bahwa pembangunan bangsa dapat dimulai dari sektor paling mendasar, yakni pangan dan kesehatan masyarakat. Dengan semangat gotong-royong, seluruh pihak optimistis Carita dapat menjadi salah satu kawasan pertanian unggulan yang mendukung terwujudnya Indonesia mandiri pangan dan unggul gizinya,” pungkasnya. (Red).













