KAB. BANDUNG || bedanews.com — Merasa yang mempunyai kepentingan tidak hadir saat melaksanakan audensi, Forum Peduli Kabupaten Bandung (FPKB), Jum’at 4 Januari 2022, membubarkan diri dari ruangan Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, dengan alasan tidak akan titik temu.
Sebelumnya FPKB mengharapkan kehadiran langsung Kepala BPKSDM, H. Akhmad Johara, dan Kepala DPMD, Tata Irawan, kalau memungkinkan Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna (Kang DS) bisa turut hadir pada audensi ini.
Padahal FPKB sudah menunggu lama untuk bisa bertemu, jelas hal ini dikatakan Pembina FPKB, Bastaman, namun kenyataannya audensi tidak berjalan sesuai harapan. “Keadaan ini sangat mengecewakan sekali. Tapi kami akan mencoba melakukan audensi ulang,” katanya di ruang Komisi.
Bila audensi selanjutnya tidak ditanggapi, FPKB menegaskan akan melakukan aksi berupa demo. Agar niat FPKB bisa dihargai dan bisa diperlakukan sesuai dengan tuntutan. Agar persoalan yang diajukan bisa clear tanpa ada masalah berkepanjangan.
Sementara itu, Nonoman Sunda Jawa Barat, Aa Maung, yang ikut serta dengan audensi, menuturkan, tujuan audensi ini mempertanyakan masalah pembelian motor N Max untuk 270 desa yang mempergunakan APDP, termasuk keberangkatan ke Bali dengan alasan bintek. Menurutnya ini memerlukan penjelasan spesifik.
Aa mengemukakan, semestinya sebelum melakukan pembelian motor dan memberangkatkan Kepala Desa ke Bali di masa pandemi covid 19 ini, dipikirkan dulu. Bisa jadi masyarakat tengah kelaparan dan mengharapkan bantuan langsung dari pemerintah.
Selain itu, ia menegaskan, tidak semua showroom motor bisa memulas motor NMax dengan keinginan Bupati. Itu anggaran pemerintah bukan dari Kabupaten Bandung, jadi pergunakanlah anggaran tersebut secara bijak.
Bastaman dan Aa Maung sepakat, bila audensi selanjutnya para pejabat yang diharapkan tidak mau menemui FPKB, “Kami akan melakukan aksi. Ini semua demi rasa cinta kami terhadap daerah dan masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas mereka. ***













