Meneladani Pengorbanan Generasi Awal Islam
Khotib juga mengajak jamaah meneladani pengorbanan para sahabat Nabi SAW. Dicontohkan pengorbanan harta Siti Khadijah dan Abu Bakar AS, pengorbanan pikiran Salman Al-Farisi yang merancang strategi parit pada Perang Khandaq, hingga pengorbanan nyawa Sumayyah dan para syuhada Badar, Uhud, serta Khandaq.
“Ti kawit sejarah kurban dimulai, oge ti kawit Kangjeng Nabi Muhammad Saw diangkat janten rosul, maka praktek pangorbanan dina Islam parantos dikukuhkeun, bade pengorbanan ku harta, pengorbanan ku waktu, wa imma pengorbanan ku pikiran, dugika pengorbanan ku nyawa,” kata Ayi Setiadi.
Spirit Kurban di Zaman Sekarang
Di era sekarang yang tidak lagi berada di medan perang, khatib menyebut masih banyak medan pengorbanan yang terbuka lebar. Pertama, amar ma’ruf nahi munkar sebagai kewajiban untuk menjaga akidah dan syiar Islam. Kedua, infak dan sedekah, baik wajib maupun sunnah, sebagai lanjutan spirit kurban dalam bentuk kepedulian harta. Ketiga, memberikan sumbangsih sesuai kemampuan, baik tenaga, pikiran, maupun waktu.













