Jalu berharap, melalui Rakerwil ini, lahir program-program yang mendukung upaya melahirkan generasi pemuda yang berdaya guna dan memiliki wawasan yang luas. “Kami ingin melihat pemuda Jawa Barat menjadi individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata dan memberikan kontribusi positif dalam berbagai bidang, baik itu dalam politik, ekonomi, sosial, maupun keummatan”.
Sementara, Atalia Praratya, yang hadir dalam Rakerwil ini sebagai Bunda Literasi Jawa Barat dan juga Dewan Pembina Pemuda ICMI Orwil Jawa Barat periode 2022-2026, memberikan pandangan mengenai pentingnya literasi dan tantangan yang dihadapinya.
“Literasi adalah fondasi penting dalam mengembangkan potensi individu dan masyarakat. Namun, kita masih menghadapi tantangan dalam hal literasi di Jawa Barat,” Ujar Atalia.













