Kalau dilihat dari riwayat jabatan selama 34 tahun mengabdikan dirinya sebagai prajurit TNI, putra Alm Bapak Sandroji seorang purnawirawan anggota Polri ini, memiliki karir yang lengkap. Setelah menempuh pendidikan Sesko TNI berturut-turut ia menjabat Kabalaklid Pusintelad, Danrindam IM, Danrem 172/Praja Wira Yakti Dam XVII/Cen, Dirbindiklat Pusterad, (Pamen Denma Mabesad) menghantarkan beliau melanjutkan Pendidikan tertinggi yaitu di Lemhannas pada tahun 2019. Selanjutnya Jenderal yang dikenal dekat dengan anggota dimanapun bertugas ini menjabat Waaster KSAD Bidang Ren dan Puanter, Ir Pussenif Kodiklatad, serta Wakapuspen TNI.
Sekelumit cerita tentang reputasinya dibidang Tempur diantaranya 3 kali terjun dalam operasi pembebasan sandera. Pertama Marwia yang ditawan kelompok OPM pimpinan Mathius Wenda di Arso pada tahun 1994. Kedua Sandera Ekspedisi Lorentz WNA Australia, Amerika, Finlandia, Perancis dan lain-lain pada tahun 1996 bersama Danjen Kopassus ketika itu Mayjen TNI Prabowo Subianto dan yang ketiga pembebasan terhadap 4 sandera pekerja asing yang dilakukan OPM pada tahun 2016.













