Dia menjelaskan, bukan melarang mengajarkan bahasa nasional, karena bahasa nasional merupakan pemersatu bangsa dalam satu bahasa. Tapi bahasa daerah atau Sunda pun harus menjadi prioritas karena menggambarkan kewibawaan daerah, dan tak layak untuk ditelantarkan.
“Jadi jangan salahkan generasi muda atau putera daerah yang tak mau berbahasa Sunda, sebab orang tuanya sengaja tak mengajarkannya,” katanya melalui telepon, Senin (19/8/2021).
Demikian juga dengan Pupuhu Paguron Seni Beladiri Silat, R. Dani, dia menambahkan, bagaimana bisa melestarikan dan menjaga keutuhan seni dan budaya Sunda kalau sudah hilang rasa untuk mencintai warisan leluhur, yang semestinya dijaga dan dikembangkan.
Budaya adalah cermin dari kebiasan masyarakat yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, lanjut Dani, sementara seni merupakan visualisasi dari keindahan tata gerak yang mengilustrasikan keindahan dan rasa bersyukur.













