“Kita meminta isoman di rumah singgah, ternyata penuh, waiting list. Akhirnya kita koordinasi dengan pihak sekolah, dengan rasa kemanusiaan mereka memberikan satu ruangan untuk dijadikan tempat isoman,” katanya.
“Untuk yang isoman di sini, OTG dan gejala ringan. Setiap ada orang yang terkena akan lapor ke Puskesmas. Nanti akan dipantau oleh puskesmas dan tracing juga,” lanjutnya.
Sedangkan Kepala UPT Puskesmas Sukaraja drg Dwi Mudji Astuti mengaku menerima laporan jika ada yang positif melalui hotline Puskesmas Sukaraja. Pihaknya lalu menanyakan terlebih dahulu kondisi yang bersangkutan.
“Nanti ditanyakan apakah di rumah layak untuk isolasi atau tidak. Jadi kita dipantau dari jauh dan minta bantuan dari RT RW untuk melihat kondisinya,” katanya. (Putri)













