Pada sekitar Maret 2022, pihaknya pun memulai pekerjaan dan mulai mengirimkan tim manpower, termasuk consumable tools/perlengkapan alat kerja berikut material untuk pengerjaan proyek tersebut.
“Namun sampai saat ini kontraknya belum dikeluarkan, hanya dijanjikan saja. Saya juga selalu melaporkan ke pihak manajemen apa yang belum dibayarkan. Jawabannya katanya menunggu termin dari dinas,” ujar Simson kepada awak media, Jumat (3/2).
Selama pengerjaan proyek tersebut berjalan, Simson menerangkan, pihaknya kerap mengirimkan invoice atau tagihan berdasarkan progres pekerjaan serta jumlah manpower yang harus dibayar pihak kontraktor setiap bulannya.
Awalnya, Simson menyebut penagihan yang dilakukan kepada pihak kontraktor selalu dibayarkan meskipun tidak sepenuhnya.













