Setelah mencermati situasi yang tidak terpecahkan ini, penulis yakin se yakin-nya bahwa cpo kita diekspor atau diselundupkan oleh pengusaha kotor, mengingat harga cpo belakangan ini cukup menggiurkan sehingga mereka memperoleh profit yang sangat besar
Atau bisa saja Kementerian terkait diam dan pura-pura tidak tahu? Segala kemungkinan bisa terjadi. Bila hal ini terus terjadi dan tidak bisa diatasi, bisa menjadi boomerang bagi Menteri tersebut serta Pemerintah secara umum.
Coba saudara renungkan apa yang sedang terjadi dimasyarakat kita. Bayangkan ibu-ibu kita antri berjam-jam, saat terik matahari atau bahkan gerimis sekedar untuk membeli 1 atau 2 liter Migor.
Tontonlah ditelevisi dan media sosial bagaimana mak-mak seluruh Indonesia masih terus bertaruh nasib .













