Atau memang sebuah permainan akrobat mengingat disparitas harga dalam negeri dan diluar negeri berbeda jauh.
Memang begitulah mental pengusaha busuk, mereka mendahulukan keuntungan sebesar-besarnya dibandingkan memikirkan kepentingan rakyat sendiri. Memang ini soal rasa, soal nasionalisme. Yang ujung-ujungnya soal profit yang menggiurkan. Mengingat harga cpo saat ini adalah cukup tinggi dan belum pernah terjadi ditahun-tahun sebelumnya.
Hampir semua pejabat terkait mengakui bahwa produksi cpo (red-baca minyak goreng) melimpah. Kalau demikian tentunya Kementerian tertentu tahu distribusinya.
Bila diekspor kemana dan berapa banyak volumenya, serta nama perusahaannya.
Andaipun diselundupkan pasti ketahuan oleh Bea Cukai, Pol Airud dan AL.
Andai yang nakal perusahaan industri dalam negeri, ada Menteri Perindustrian yang tahu persis kebutuhannya.













