Kepada awak media, Kasal menjelaskan bahwa, dalam latihan ini pasukan didaratkan dari KRI yang berada 3 mil dari pantai.
Di mana mereka didaratkan untuk menghancurkan sasaran sasaran khusus sebelum pasukan utama atau operasi serbuan amfibi dilaksanakan.
Latihan Pendaratan Khusus (Ratsus) Pasmar 1 ini, melibatkan sekitar 100 prajurit pilihan dari Batalyon Infanteri 2, 4 dan 6 Marinir yang dipimpin Lettu Marinir Danny Eka Sagara yang kesehariannya menjabat sebagai Dantonban Kompi G Yonif 6 Marinir.
Diharapkan dengan selalu diasah dengan latihan, naluri tempur para prajurit Marinir TNI AL akan semakin tajam dan dapat mewujudkan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan di jajaran TNI AL dalam menghadapi setiap ancaman yang mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red).











