Ciamis,BEDAnews
Diungkapkan Ketua Organisasi Petani Hutan Rakyat Lestari (OPHRL) Galuh Ciamis Dody Rosady yang didampingi Pembinanya, Ir Nana Supriatna kemarin usai mereka menindak lanjuti permintaan Bupati agar Wp didemo/dipresentasikan di Kantor Dinas Koprasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan tujuan sebagai upaya antisifasi kelangkaan gas LPG sesuai perogram pemerintah pusat dengan perogram Energi Alternatif Terbarukan Wood Pellet (WP), “Kami optimis Maret 2017 masyarakat Ciamis secara bertahap bisa mulai menggunakan WP, karena perjalan panjang kami dengan perencanaan matang serta setrategi sedang direalisasikan terlebih nanti sesuai janji Bupati Ciamis akan menggelontorkan dana dari APBD II Perubahan Th 2017 ikut mensukseskan gerakan sosial energi terbarukan” kata Dody.
Lanjutnya, ia melihat visi/misi Bupati Ciamis menjadikan Ciamis menjadi Kabupaten Konservasi maka kelestarian hutan Gunung Sawal bisa terjaga dari rambahan tangan tidak bertanggung jawab, yaitu akan tercipta Kebun Energi Terbarukan Kaliandra yang akan dikembangkan dihutan rakyat, lahan tidak peroduktif bahkan menjadi tanaman tumpangsari yang panen bisa panen 6 bulan -1 tahun hingga berdampak masyarakt tidak tebang butuh penjualan kayu pun terjadi penurunan emisi gas.
“Wood Pellet sebagai solusi masyarakat supaya mudah mendapatkan energi untuk memasak bisa dengan biaya murah berbahan baku kayu Kaliandra yang ketersediaanya di Ciamis melimpah, masyarakat bisa membeli eceran sangat murah hanya 8 gram WP dikompornya mampu menyala selama 3 jam” ujar Dedy, sudah terbukti penghematan biaya untuk penggunaan WP pada UMKM seperti peternak ayam bisa menghemat 50% dari penggunaan gas LPG, pengrajin/pabrik kerupuk menghemat 50%, pengrajin tahu 40%, akan terbentuk geliat perekonomiam masyarakat nantinya karena masyarakat bisa menghemat uang untuk kebutuhan memasak.
Konsultan IDEAS Semesta Energi yang dijadikan bapak angkat OPHRL Galuh Ciamis melalui Direkturnya, Daru mengatakan setrategi pemberdayaan gerakan sosial dengan memperdayakan gerakan petani budidaya dan pemanfaatan lahan , rantai suplai hasil ikutan bisa berkembang bagus di wil ciamis, perogram hilir dan hulu, membuka kebun Kaliandra (tanaman multi fungsi; batang buat bahan bakar, daun sebagai pakan ternak dan juga diolah jadi bahan bakar, bunga untuk lebah penghasil madu), “Nilai pemanfaatan lahan dengan konpensasi dihilir dengan industri, kami berharap ada tanggapan pemerintah dengan situasi berkembang dibawah melihat kebutuhan rakyat bukan memandang untuk kebutuhan politis, tetapi lebih untuk kemandirian energi, pangan, ekonomi dan budaya yang ditopang budaya masyarakat setempat, juga pemda Ciamis memembuka kran investasi dari luar terutama investasi dan dana hibah dari luar yang punya kepentingan dengan energi terbarukan”. Kata Daru.
Sementara itu, Kepala Dinas Koprasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Ciamis, Drs, Yusuf, SA,MM mengutarakan OPHRL Galuh Ciamis dengan gerakan sosial menuju kemandirian energi bersama Wood Pelletnya sangat bagus karena nantinya masyarakat akan mendapatkan bahan bakar alternatif yang murah, akan mudah didapat, perlu mendapatkan apresiasi, “kami mengapresiasi itu dengan harapan bisa terealisasi, kita akan memelihat dan mendorong itu terealisai dimana nantinya akan tercipta ketahanan energi”. Ujar Yusuf. (abraham)











