Oleh: H. Agus Rohmat
Yogjakarta – bedanews.com – Sering kali kita mendapat kabar duka, baik itu yang meninggal orang lain, kawan kita, sahabat kita, saudara kita, pimpinan atau komandan kita atau pernah jadi karayawan atau anak buah kita.
Hal ini bukti kekuasaan Allah sesuai firmannya:
KULLU NAFSIN DZAI QOTUL MAUT, artinya: Setiap yang bernyawa pasti mati
IDZA JA’A AJALAUHUM LA YASTA’KHIRUUNA SA’ATAN WALA YASTAQDIMUUN.
Artinya : ketika ajak kalian tiba maka tidak dapat di undurkan sesaatpun ataupun di ajukan.
Maka kita sebagai yang masih hidup tentu merasa kehilangan, sedih dan pasti turut berduka cita, memaafkan dan mendo’akannya serta semampu mungkin kita membantu keluarganya
Namun sesungguhnya yang lebih penting adalah kita harus menghisab diri kita sendiri. Yaitu menjadikan hal tersebut sebagai interospeksi diri kita, dengan menghitung berapa umur kita, masih berapa lama lagi kita hidup, apakah nanti atau kelak kita pasti akan meyusul mati juga dan hanya Allah Ta’ala saja yang tahu kapan waktunya.













