“70 persen sampah yang dibuang di TPA adalah sampah organik, dan itu menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan. Oleh karena itu diperlukan pengolahan sampah organik tersebut menjadi hal yang bermanfaat. Salah satu caranya adalah melalui pembuatan ekoenzim,” ujar Widayanti, S.T, selaku narasumber.
Cara pembuatan ekoenzim ini sangat mudah. Dibutuhkan bahan-bahan berupa sampah organik, air sumur, dan gula aren. Bahan-bahan tersebut dicampur dalam wadah plastik kemudian ditutup rapat. Dibutuhkan waktu selama 3 bulan untuk panen. Baik ampas maupun cairan ekoenzim sangat bermanfaat. Ampasnya dapat digunakan untuk membersikan kloset, mengharumkan mobil, dan menjadi pupuk tanaman. Sedangkan, cairan dapat diolah lagi menjadi sabun cair, disinfektan, dan lain sebagainya.













