Selain itu, dalam acara tersebut juga diperkenalkan ruangan media baru yang diharapkan dapat memfasilitasi penyampaian informasi kepada publik. “Ruangan ini diharapkan meningkatkan komunikasi antara MA dan masyarakat, memberikan akses yang lebih baik terhadap informasi hukum,” tandasnya.
Selain pemilihan Ketua MA, isu vonis ringan dalam kasus korupsi menjadi perhatian besar di kalangan publik. Pihak MA menjelaskan pentingnya perbandingan yang tepat dalam menilai vonis.
“Vonis harus dilihat dalam konteks hukum yang berlaku. Misalnya, dalam kasus yang memiliki ancaman maksimal lima tahun, jika vonisnya tiga tahun, mungkin terlihat ringan. Namun, konteks ini harus dipahami dengan baik,” jelasnya.
Terkait dengan isu ini, MA menyatakan bahwa, aspek keadilan harus selalu dijunjung tinggi. Hakim diharapkan mempertimbangkan berbagai faktor dalam menjatuhkan vonis, termasuk pemulihan kerugian negara.











