Serda Sulistyo menjelaskan bahwa, wilayah Kecamatan Dongko memiliki karakter geografis perbukitan dan berada di dataran tinggi, sehingga rawan terjadi longsor saat hujan deras dengan durasi lama. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
“Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau longsor kecil, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” ujar Serda Sulistyo.
Sementara itu, Darno, selaku pemilik rumah mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas respons cepat Babinsa dan kepedulian warga yang membantu membersihkan material longsor.
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Trenggalek. Sinergi antara TNI, pemerintah Desa dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana, serta mempercepat penanganan di lapangan. (Red).













