Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com –
*Pendahuluan*
‘Kemerdekaan tidak pernah hilang dalam satu malam. Ia terkikis sedikit demi sedikit ketika bangsa berhenti membedakan antara patriotisme dan sandiwara kekuasaan.’
Dahulu penjajah datang dari seberang lautan. Mereka membawa kapal perang, meriam, dan bedil. Wajahnya jelas, benderanya berbeda, dan tujuannya terang: menguasai negeri ini serta menguras kekayaannya.
Kini ancaman terhadap kedaulatan tidak selalu hadir dalam bentuk invasi militer. Ia datang lebih halus, lebih rapi, dan lebih sulit dikenali. Ia menyusup melalui kebijakan yang tidak berpihak, narasi yang dimanipulasi, transaksi kekuasaan yang tertutup, serta penyalahgunaan simbol-simbol kebangsaan untuk membungkam akal sehat.













